Kamis, 22 September 2016

BUDAYA , MAKANAN, CIRI KHAS DI BALI




About Bali

Dari banyaknya pulau-pulau yang tersebar di kepulauan Indonesia, Bali merupakan pulau yang paling terkenal di dunia. Pulau yang terletak di sebelah Selatan garis khatulistiwa ini. Peradaban mencatat bahwa Bali memiliki mikrokosmos yang luar biasa tentang sejarah, legenda, kesusasteraan, seni, alam, dan manusia itu sendiri.


Kehidupan Sosial dan Budaya di Bali
Ritual upacara  menjelangTahun Baru Saka | Foto dari: ruanghati.com
Tatanan sosial di Bali dibangun atas pembagian strata sosial yang dibagi ke dalam:
1.       Brahma, merupakan strata tertinggi yang diisi oleh para rohaniawan.
2.       Ksatria, merupakan strata yang diisi oleh para bangsawan dan pejabat kerajaan
3.       Waisya, merupakan strata yang diisi oleh para prajurit dan pedagang
4.       Sudra, strata untuk masyarakat biasa.

Nama masing-masing individu dapat dilihat sebagai penunjuk strata sosial sekaligus eksistensi budaya yang ada di Bali, misal: Ida Bagus atau Ida Ayu merupakan nama yang dipakai oleh para Brahmana. Anak Agung Cokorda atau Dewa merupakan nama yang digunakan oleh para Ksatria. I Gusti merupakan nama yang digunakan bagi para Waisya, dan Wayan, Made, Nyoman, Ketut digunakan oleh para Sudra.
Makanan Khas dari Bali
Pulau Bali tidak hanya terkenal dengan kekayaan alam yang indah, serta budaya beragam. Kuliner khas pulau dewata itu pun mampu menggoda para wisatawan untuk mencicipinya. Makanan di bali memang terkenal sangat enak dan banyak sekali macamnya, banyak wisatawan mancanegara yang tertarik ingin mencobanya menurut mereka makanan khas bali sangat enak dan membuat ketagihan
Contohnya adalah Ayam Betutu
Berkas:Ayam-Betutu-–-Bali.jpg
 Ayam Betutu adalah lauk yang terbuat dari ayam atau bebek yang utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dalam api sekam. Betutu ini telah dikenal di seluruh kabupaten di Bali. Salah satu produsen betutu adalah desa Melinggih, kecamatam payangan kabupaten Gianyar. Ayam betutu juga merupakan makanan khas Gilimanuk. Betutu digunakan sebagai sajian pada upacara keagamaan dan upacara adat serta sebagai hidangan dan di jual. Konsumennya tidak hanya masyarakat Bali tapi juga tamu manca negara yang datang ke Bali, khususnya pada tempat-tempat tertentu seperti di hotel dan rumah makan atau restoran. Betutu tidak tahan disimpan lama.

Nah hanya sedikit Budaya , Makanan , dan Ciri Khas yang ada di bali yang saya bisa jelaskan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar